Listening Comprehension vs. Touch Typing vs. Emotional Influence

bila
waktuku tersisa
untuk slalu di sisi
menjaga hatimu….

aku kan slalu mencoba
berikan yang terbaik
untuk kau miliki

tapi maafkanlah aku
waktuku hanya sesaat ….

aku tak bisa memiliki
menjaga cintamu
walau sesungguhnya hatiku
mencintaimu memilikimu
aku tak ingin kau terluka
mencintai aku

hapuslah air matamu
lupakan aku oo..

sungguh di batas asa ku
hanya ingin kau bahagia
jalani hidupmu

aku kan slalu mencoba
berikan yang terbaik
untuk kau miliki
tapi maafkanlah aku
waktuku hanya sesaat..

aku tak bisa memiliki
menjaga cintamu
walau sesungguhnya hatiku
mencintaimu memilikimu

aku tak ingin kau terluka
mencintai aku

hapuslah air matamu
dan lupakan aku woho…

[ngek ngok ngek ngok bunyi gitar]

tapi maafkanlah aku
waktuku hanya sesaat…

aku tak bisa memiliki
menjaga cintamu
walau sesungguhnya hatiku
mencintaimu
memilikimu

aku tak ingin kau terluka
mencintai aku

hapuslah air matamu dan lupakan aku

aku tak bisa memiliki
menjaga cintamu
walau sesungguhnya hatiku
mencintaimu memilikimu

aku tak ingin kau terluka
mencintai aku
hapuslah air matamu

dan lupakan aku

wo o ho..

Conclusion:
I’d never wanna be a typist — it’s so difficult to keep up with spoken words…

Leave a Reply